Pergeseran Bahasa Dayak Ahe ke Bahasa Melayu Dialek Pontianak pada Mahasiswa UPGRI Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.59024/bhinneka.v4i4.1922Keywords:
Dayak Ahe Language, Language Shift, Migrant Learners, Pontianak Malay Dialect, SociolinguisticsAbstract
Language shift is a contemporary sociolinguistic occurrence emerging from linguistic interaction in varied urban academic settings. This research intends to characterize the shift from utilizing the Dayak Ahe language to the Pontianak Malay dialect among migrant learners at the UPGRI Pontianak Campus. Employing a descriptive approach in sociolinguistics, linguistic data were thoroughly gathered via documentation of WhatsApp instant messaging and semi-structured interviews. The analysis of data utilized the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The findings show that Dayak Ahe-speaking students exhibit language convergence and alteration by incorporating vocabulary, pronunciations, intonations, and unique emphatic elements of the Pontianak Malay dialect in both spoken and online interactions at the university. This change is motivated by favorable views of the urban dialect and practical reasons to address linguistic insecurity. This change in language does not diminish their authentic ethnic identity; instead, it acts as a cultural link and a social adaptation method to ensure effective.
References
Alwi, Z., & Kushartanti. (2023). Dinamika kontak bahasa dan sikap bahasa perantau di mahasiswa lingkungan akademik urban. Wacana, Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 24(2), 112–130.
Asshafa, M. R., & Chairil, A. (2024). Sikap bahasa dan pilihan kode mahasiswa perantau dalam interaksi multikultural di lingkungan akademis. Jurnal Kelenturan Bahasa dan Sastra, 12(2), 145–160.
Budiman, A. (2022). Sosiolinguistik Nusantara: Pergeseran dialek daerah ke lingua franca regional pada komunitas migran pemuda. UI Publishing.
Gunawan, I., & Murtisari, E. (2024). Faktor sosiokultural dalam pemertahanan dan pergeseran bahasa ibu di ranah pendidikan tinggi multietnis. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Universitas Indonesia, 14(1), 45–63.
Handayani, S. (2021). Kedwibahasaan transisional: Pola adaptasi linguistik mahasiswa daerah di pusat perkotaan. Fakultas Ilmu Pengetahuan Universitas Indonesia.
Kartika-Ningsih, H., & Rose, D. (2018). Language shift: Analysing language use in multilingual classroom interactions. Functional Linguistics, 5, Article 9. https://doi.org/10.1186/s40554-018-0061-0
Lestari, P., & Suprianto, D. (2025). Akulturasi komunikasi dan kelenturan bahasa antarsuku di lingkungan kampus heterogen. Jurnal Linguistik Indonesia (Cabang Universitas Indonesia), 43(1), 78–95.
Mardikantoro, H. (2022). Sosiolinguistik B. Urban: Dinamika kebahasaan dan negosiasi identitas masyarakat multietnis. Universitas Negeri Semarang Press.
Menggo, S., Pramesti, P. D. M. Y., & Krismayani, N. W. (2022). Insertion function in code-mixing use on WhatsApp group chats among university students. Journal of Language Teaching and Research, 14(3). https://doi.org/10.17507/JLTR.1403.06
Pitaloka, D., & Kusumaningsih, D. (2023). Pergeseran dialek lokal ke bahasa Melayu kontak di wilayah Kalimantan Barat: Kajian sosiolinguistik sinkronik. Jurnal Linguistik Indonesia, 41(2), 210–225.
Prasetyo, H. (2023). Sosiolinguistik urban dan jembatan kultural: Peran dialek lokal dalam mencegah isolasi sosial mahasiswa rantau. Makara Human Behavior Studies in Asia, 27(2), 201–215.
Putri, R. A. (2022). Pilihan kode dan sikap bahasa masyarakat dwibahasawan kontemporer. UI Press.
Ramaniyar, E., & Wulansari, F. (2025). Strategi adaptasi dan pemertahanan bahasa Melayu Pontianak dalam masyarakat multikultural. SeBaSa, 8(3). https://doi.org/10.29408/sbs.v8i3.32546
Rifaldi, M. E. (2024). Pergeseran penggunaan bahasa Dayak di masyarakat Sampit (The shifting use of Dayak language in Sampit society). Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 14(2). https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/jbsp/article/view/17643
Sudaryanto, & Rahmawati, A. (2025). Pola komunikasi digital dan translanguaging mahasiswa di media sosial: Analisis percakapan WhatsApp. Jurnal Simbolika: Penelitian Ilmu Komunikasi, 11(1), 34–49.
Suryadi, M., & Rahayu, N. (2024). Analisis konsekuensi kontak bahasa pada komunitas mahasiswa migran di wilayah urban. Wacana, Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 25(1), 15–34.
Utami, T. (2021). Efek ruang digital dan media sosial terhadap percepatan pergeseran dialek kontemporer anak. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Universitas Indonesia, 11(3), 310–326.
Wibowo, A., & Setiawan, B. (2023). Teori akomodasi interetnis pada bahasa institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Jurnal Makara Hubs-Asia, 27(1), 89–103.
Wulansari, F. (2023). Sosiolinguistik urban: Kontak bahasa dan pilihan dialek pada masyarakat multikultural di Kalimantan Barat. Jurnal Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 11(1), 45–58.
Yulianti, A. I., Nababan, M. R., Septiana, D., Maharani, A. V., Setyowati, R., Cahyaningrum, D., & Wijaya, D. (2025). Language and identity: Exploring the vitality of the Dayak Bentian language in Kutai Barat, East Kalimantan, Indonesia. SUVANNABHUMI, 17(2), 7–33. https://doi.org/10.22801/svn.2025.17.2.7
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lurin Anggriani, Etis Etis, Ashara Oktari, Fransiska Rahayu Kristi, Fitri Wulansari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







