Analisis Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Dayak dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
DOI:
https://doi.org/10.59024/bhinneka.v4i3.1849Keywords:
Character Education, Dayak Local Wisdom, Elementary Education, Merdeka Curriculum, Pulang Pisau Regency.Abstract
This study aims to analyze the implementation of Dayak local wisdom values in the Merdeka Curriculum at public elementary schools in Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan. Dayak local wisdom, which encompasses values such as mutual cooperation, solidarity, tolerance, environmental awareness, and respect for cultural traditions, plays a significant role in shaping students' character amid the challenges of globalization and the disruptive era. This research employs a qualitative approach using a case study method. The research participants include school principals, teachers, students, and educational stakeholders from several public elementary schools in Pulang Pisau Regency. Data are collected through observations, in-depth interviews, documentation, and literature reviews. Data analysis is conducted using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings are expected to provide a comprehensive description of how Dayak local wisdom values are integrated into the planning, implementation, and evaluation of learning activities within the Merdeka Curriculum framework. Furthermore, the study seeks to identify supporting and inhibiting factors affecting the implementation of local wisdom in educational practices and to formulate strategic recommendations for strengthening character education and preserving local culture in elementary schools. The results are expected to serve as a reference for educational policy development that promotes cultural preservation and enhances the quality of learning in accordance with the socio-cultural context of local communities.
References
Ananda, R., & Fadhli, M. (2018). Statistik pendidikan: Teori dan praktik dalam pendidikan. CV Widya Puspita.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Humaedi, M. A. (2016). Kearifan lokal masyarakat Dayak dalam perspektif pendidikan dan budaya. LIPI Press.
Kemendikbudristek. (2022a). Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2022b). Panduan pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Penerbit Buku Kompas.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Kusni, J. J. (2018). Budaya Dayak: Permasalahan dan masa depannya. Lembaga Budaya Dayak Kalimantan Tengah.
Lickona, T. (2013). Pendidikan karakter: Panduan lengkap mendidik siswa menjadi pintar dan baik. Nusa Media.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka. Bumi Aksara.
Nasution, S. (2017). Metode research: Penelitian ilmiah. Bumi Aksara.
Nugraha, A. (2020). Pendidikan berbasis kearifan lokal dalam penguatan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 145–156.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. (2021). Falsafah Huma Betang sebagai nilai dasar kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Piaget, J. (1977). The development of thought: Equilibration of cognitive structures. Viking Press.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suhartini. (2009). Kajian kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Dalam Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.
Tim Peneliti Balai Bahasa Kalimantan Tengah. (2020). Kearifan lokal masyarakat Dayak Ngaju dan implementasinya dalam pendidikan. Balai Bahasa Kalimantan Tengah.
Tilaar, H. A. R. (2015). Pedagogik teoretis untuk Indonesia. Kompas.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003).
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal Hamemayu Hayuning Bawana. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3), 329–339.
Yusuf, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cynthia Cynthia, Ahmad Syari, M. Fatchurahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






