Ketersediaan dan Pemanfaatan Buku Cerita Rakyat Kalimantan Tengah dalam Pembelajaran Sd di Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau
DOI:
https://doi.org/10.59024/bhinneka.v4i2.1657Keywords:
Availability, Central Kalimantan, Elementary School Learning, Folklore Books, UtilizationAbstract
This study describes the availability and utilization of Central Kalimantan folklore books in elementary school learning in Kahayan Tengah District, Pulang Pisau Regency. Folklore has potential as a contextual learning medium that strengthens students' character and cultural literacy. The research employed a descriptive qualitative approach with observation, in-depth interviews, and documentation in three randomly selected elementary schools: SDN Tuwung 1, SDN Tuwung 2, and SDN Bukit Rawi 1. The findings reveal that the availability of Central Kalimantan folklore books is uneven. SDN Tuwung 1 possesses several bilingual books from the Central Kalimantan Language Center. SDN Bukit Rawi 1 has only two anthology titles in fairly good physical condition. SDN Tuwung 2 has only one local folklore book. The utilization of folklore books in learning remains incidental and has not been systematically integrated into the curriculum. The most frequently used methods are read-aloud and oral storytelling. Follow-up activities such as rewriting or dramatization are rarely conducted. The main challenges include limited book collections, lack of curriculum integration, and minimal teacher training. Nevertheless, students' enthusiasm for folklore is considerably high, indicating significant opportunities to develop literacy programs based on Central Kalimantan folklore. This study recommends more equitable book collection provision, integration of folklore into learning modules, and teacher training to innovatively utilize folklore in the learning process.
References
Amelia, C., & Setiawati, S. (2022). Hubungan antara ketersediaan bahan bacaan berbasis kebutuhan anak dengan minat bacanya. Jurnal Family Education, 2(2), 127–132. https://doi.org/10.24036/jfe.v2i3.49
Azhar, M., Wahyudi, H., & Yolanda, D. (2024). Integrasi teknologi dalam buku ajar: Menyongsong keterampilan abad 21. Uluwwul Himmah Education Research Journal, 1(1), 43–55.
Fathoni, A., & Murtiningsih, F. (2021). Ketersediaan bahan pustaka perpustakaan untuk mengoptimalkan minat baca siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 6257–6264.
Fitri, A., & Putri, L. D. (2025). Urgensi taman bacaan masyarakat dalam meningkatkan literasi, pendidikan, dan minat baca anak-anak di desa Sambungo Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan dan Literasi, 3(1), 45–58.
Hani, V. U., Alkadri, S. P. A., & Inani, R. W. S. (2025). Implementasi information retrieval system aksesibilitas buku di perpustakaan dengan metode dice similarity. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik, 4(1), 108–128.
Hardaniwati, M. (2016). Kisah penunggu Sungai Kapuas: Cerita rakyat dari Kalimantan Tengah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Hermawan, D., & Dadela, R. (2022). Pemanfaatan cerita rakyat berbasis kearifan lokal legenda Sungai Citarum dalam pembelajaran bercerita siswa sekolah dasar sebagai upaya mengoptimalkan gerakan nasional revolusi mental. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education), 5(4), 703–712.
Kriswantara, G., & Perdana, I. (2021). Bahan ajar digital membaca teks cerita Kalimantan Tengah bermuatan pendidikan karakter dan literasi kritis. Sawerigading, 27(2), 191–204.
Misnawati, M., Purwaka, A., Nurachmana, A., Cuesdeyeni, P., Christy, N. A., Ramadhan, I. Y., ... & Jumadi, J. (2024). Bahasa Indonesia untuk keperluan akademik era digital. Yayasan DPI.
Mufarikha, M., & Darihastining, S. (2022, November). Peningkatan kemampuan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V MI Ghozaliyah melalui media audio. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya (Vol. 1, No. 2, pp. 30–53).
Muhyidin, A. (2025). Literatur review penggunaan cerita rakyat. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1), 24–34.
Mutmainna, R., Adam, A., & Ratnawati, R. (2023). Pengaruh penggunaan media buku cerita rakyat terhadap membaca pemahaman siswa kelas III di SD Inpres Boronguntia Kec. Bajeng Kab. Gowa. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(3), 45–56.
Purwono. (2008). Studi kepustakaan. Info Persadha, 6(2), 66–72.
Ranggan, D. M. (2018). Sangumang dan Maharaja: Cerita rakyat Kalimantan Tengah. Balai Bahasa Kalimantan Tengah.
Sapriline, S., Mardiana, D., & Simpun, S. (2023). Model terpadu buku cerita rakyat, ungkapan dan peribahasa berbahasa Dayak Ngaju-Indonesia untuk sekolah dasar. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 201–213. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.8673
Saputra, N., Misnawati, M., Muslimah, S., Anwarsani, A., Rahmawati, S., & Salwa, N. (2023). Analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat oleh siswa kelas X SMAN I Damang Batu serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, 2(1), 33–51.
Setiati, E. (2016). Desa Balawa: Cerita rakyat dari Kalimantan Tengah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Wulandari, D. (2023). Pemanfaatan cerita rakyat nusantara dalam pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 7(1), 12–24.
Pratiwi, I. (2024). Kendala implementasi literasi budaya berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 8(2), 45–58.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






