Analisis Upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Pencegahan Perdagangan Perempuan dan Anak di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.59024/atmosfer.v4i3.1939Keywords:
Children, DP3A, Human Trafficking, Prevention, WomenAbstract
This study analyzes the efforts of the Kupang City Office of Women’s Empowerment and Child Protection (DP3A) to prevent trafficking in women and children. It employed a descriptive qualitative approach involving 12 informants selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observation, and documentation and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that prevention was implemented through four dimensions. Preventive efforts included public education, cross-sector collaboration, supervision, and media utilization. Preservative efforts involved task forces in 51 urban villages, monitoring, and evaluation. Curative efforts comprised victim assistance, counseling, rehabilitation, legal support, and social reintegration. Adaptive efforts were undertaken by utilizing social media and adjusting collaboration to emerging digital trafficking practices. However, implementation remained constrained by limited funding and personnel, weak community and parental supervision, inadequate digital communication, the absence of permanent psychologists, a shortage of social workers, and the lack of specific innovations addressing digital trafficking. Therefore, stronger institutional capacity, professional personnel, measurable program evaluation, and integrated digital prevention strategies are required.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Borins, S. (2001). Encouraging innovation in the public sector. Journal of Intellectual Capital, 2(3), 310–319. https://doi.org/10.1108/14691930110400128
Bria, Y. (2024, December 11). Eksploitasi media sosial bikin anak muda rentan jadi korban perdagangan orang. detikBali. https://www.detik.com/bali/nusra/d-7681850/eksploitasi-media-sosial-bikin-anak-muda-rentan-jadi-korban-perdagangan-orang
Corbin, J., & Strauss, A. (2008). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (3rd ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781452230153
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2007). The new public service: Serving, not steering (Expanded ed.). M.E. Sharpe.
Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—Long live digital-era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494. https://doi.org/10.1093/jopart/mui057
Edwards, G. C., III. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.
Fikri, M. H., Murhayati, S., & Darmawan, R. (2025). Keabsahan data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 13057–13065. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27042
Grindle, M. S. (Ed.). (1997). Getting good government: Capacity building in the public sectors of developing countries. Harvard Institute for International Development.
Hamid, M. M., Usman, S. R., & Pello, H. F. (2023). Perlindungan hukum terhadap pekerja anak yang dieksploitasi di Kota Kupang. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), 547–558. https://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/download/797/989
Hamim, S., & Suryandartiwi, W. A. (2022). Organisasi birokrasi dan manajemen pemerintahan. Eureka Media Aksara. https://repository.uir.ac.id/18723/1/EBOOK-Organisasi%20Birokrasi%20dan%20Manajemen%20Pemerintahan.pdf
International Labour Office. (2005). A global alliance against forced labour: Global report under the follow-up to the ILO Declaration on Fundamental Principles and Rights at Work. https://www.ilo.org/publications/global-alliance-against-forced-labour-global-report-forced-labour-2005
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (n.d.). SIMFONI PPA: Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak. Retrieved July 16, 2026, from https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2023, December 27). Kapolri catat ada 982 kasus TPPO di sepanjang 2023. Tribrata News. https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/kapolri-catat-ada-982-kasus-tppo-di-sepanjang-2023-68169
Lopa, B. (2001). Kejahatan korupsi dan penegakan hukum. Penerbit Buku Kompas.
Mahmudi. (2015). Manajemen kinerja sektor publik (3rd ed.). UPP STIM YKPN.
Makhfudz, M. (2013). Kajian praktik perdagangan orang di Indonesia. ADIL: Jurnal Hukum, 4(1), 225–244. https://doi.org/10.33476/ajl.v4i1.35
Mansur, D. M. A., & Gultom, E. (2008). Urgensi perlindungan korban kejahatan: Antara norma dan realita. RajaGrafindo Persada.
Marison, W. (2025, March 13). Bareskrim Polri ungkap 609 kasus TPPO selama 2025. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4709277/bareskrim-polri-ungkap-609-kasus-tppo-selama-2025
Mirsel, R., & Manehitu, Y. C. (2014). Komoditi yang disebut manusia: Membaca fenomena perdagangan manusia di NTT dalam pemberitaan media. Jurnal Ledalero, 13(2), 365–398. https://doi.org/10.31385/jl.v13i2.78.365-398
Nur, S. (2017). Pemberdayaan perempuan untuk kesetaraan dan meningkatkan partisipasi dalam pembangunan lingkungan hidup. An-Nisa’, 10(1), 99–111. https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/annisa/article/view/388
Pemerintah Kota Kupang. (2019). Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2008). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2008 Nomor 014, Seri E Nomor 007).
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2016). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2023). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perlindungan Anak. JDIH Pemerintah Provinsi NTT
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4720). JDIH BPK RI
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606). JDIH BPK RI
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Surayin. (2001). Kamus umum bahasa Indonesia. Yrama Widya.
Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Kupang. (n.d.). Rekapitulasi korban eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang di Kota Kupang tahun 2022–2024 [Data internal tidak dipublikasikan].
Widiastuti, T. W. (2010). Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (trafficking). Wacana Hukum, 9(1), 107–120. https://doi.org/10.33061/wh.v9i1.308
Zakky. (2020, September 27). Pengertian birokrasi: Arti, fungsi, tujuan, peran, dan ciri-cirinya. ZonaReferensi.com. https://zonareferensi.com/pengertian-birokrasi/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angel Algin Medah, Jacob Wadu, Delila Anggelina Nahak Seran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








