Nilai-Nilai Sosial dan Keagamaan dalam Tradisi Nukup Lubang di Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas Maras

Authors

  • Yansen Paul Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Irwan Satria Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Nurniswah Nurniswah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.59024/atmosfer.v4i3.1951

Keywords:

Character Education, Islamic Integration, Nukup Lubang Tradition, Religious Values, Social Values

Abstract

The Kaiak Basuah Tangan Nukup Lubang tradition in Maras Jauh Village, Seluma Regency, is a cultural heritage to welcome the birth of a baby. This tradition not only functions as a ceremonial activity, but also serves as a means of instilling social and spiritual values ​​​​for the formation of community morals. This study aims to examine the meaning and social and Islamic values ​​​​contained in its implementation. This study has used a descriptive qualitative approach based on a cultural approach. Data collection in this study was conducted through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The research sample focused on key informants who had been determined through a snowballing technique, namely traditional midwives (piawang), traditional leaders, religious leaders, and community elements supporting the tradition in Maras Jauh Village. This study has found three key findings. First, this tradition has contained strong social values, such as the practice of mutual cooperation, solidarity, togetherness, and care. Second, the implementation of this tradition also contains essential religious values, including strengthening faith, self-purity (taharah), prayer, and gratitude to God. Third, the practice of the Nukup Lubang tradition demonstrates a harmonious integration of local Serawai customs and Islamic teachings. The Nukup Lubang tradition plays a significant role in transmitting cultural values, fostering character, and strengthening religious identity. Consequently, support for the preservation of this tradition strengthens social cohesion and ensures local wisdom remains relevant to the dynamics of modern development.

References

Amin, W. R. (2017). Kupatan, tradisi untuk melestarikan ajaran bersedekah, memperkuat tali silaturahmi, dan memuliakan tamu. Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 14(2). https://doi.org/10.22515/ajpif.v14i2.893

Dewantara, B. W., & Hartati, S. (2024). Tradisi ruwat bumi dalam perspektif hukum adat. Penerbit NEM.

Fajarini, U. (2014). Peranan kearifan lokal dalam pendidikan karakter. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 1(2), 123–130. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1225

Firdaus, M. R. (2025). Kajian simbolisme budaya Clifford Geertz terhadap tradisi larangan memakan ikan lele di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Al Qidiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 23(2), 550–564. https://doi.org/10.53515/qodiri.2025.23.2.550-564

Janah, N. G. R., & Munirah. (2025). Living Al-Qur'an dalam tradisi ruqyah di Pondok Pesantren Syifaul Qulub Palangka Raya. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (JIQTA), 4(2), 132–144. https://doi.org/10.36769/jiqta.v4i2.1463

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mu, M. A., Karoma, K., & Handayani, T. (2025). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi kelahiran anak di Sumatra Selatan. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 15(1), 137–154. https://doi.org/10.33367/ji.v15i1.6432

Munir, K., Ode, L., Rauda, M., & Udaya, A. (2025). Kearifan lokal dalam tradisi masyarakat Indonesia. Akiopedia Press.

Mutiara, C. P. D. (2024). Pembacaan āyāt al-ḥirzī sebagai perlindungan diri di masyarakat [Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry].

Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Najmina, N. (2018). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 52–56. https://doi.org/10.24114/jpips.v10i1.11487

Nopiarti. (2019). Tradisi kaiak basuah tangan nukup lubang: Kearifan lokal di Desa Gunung Bantan Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Bengkulu]. http://repository.iainbengkulu.ac.id/6155/

Padila, A. (2026). Tradisi Surang Naiak Surang Turun ditinjau dari perspektif hukum Islam di Nagari Kapau Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi].

Permata. (2025). Kesesuaian growth mindset dengan nilai-nilai Islam: Usaha, ikhtiar, dan tawakal. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya.

Rahmawati, Z., & Nainggolan, J. J. (2025). Makna simbolik tradisi turun mandi dalam penguatan atraksi budaya masyarakat Minangkabau. Journal of Integrated Innovation Science, 1(2), 61–70.

Ramadhani, S., Annur, S., & Niswah, C. (2025). Internalisasi nilai pendidikan Islam dalam tradisi Sepintu Sedulang sebagai representasi identitas budaya Melayu Bangka. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 11545–11553. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3821

Ramiyati, Aricindy, A., Wasino, & Astuti, T. (2025). Makna simbolik tradisi Manganan sebagai wujud syukur. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 1(4), 545–556. https://doi.org/10.63822/01t6vh03

Saebani, B. A. (2012). Pengantar antropologi. CV Pustaka Setia.

Soekanto, S. (2011). Pengantar sosiologi. PT RajaGrafindo Persada.

Spradley, J. P. (1997). Metode etnografi (M. Z. Elizabeth, Ed.). Tiara Wacana.

Turyani, I., Suharini, E., & Atmaja, H. T. (2024). Norma dan nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2(2), 234–243. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.224

Zuhairi, M. (2004). Menggugat tradisi: Pergulatan pemikiran muda NU. PT Kompas Media Nusantara.

Downloads

Published

2026-07-29

How to Cite

Yansen Paul, Irwan Satria, & Nurniswah Nurniswah. (2026). Nilai-Nilai Sosial dan Keagamaan dalam Tradisi Nukup Lubang di Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas Maras. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora, 4(3), 362–372. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v4i3.1951

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.